Jumat, 15 April 2016

Putus Cinta itu soal biasa...

Putus Cinta memanglah kenyataan hidup yang sungguh menyakitkan, apalagi bila kita ada diposisi sebagai yang diputuskan. Perasaan marah, jengkel, dendam, kesal, campur aduk jadi satu. Makan tak enak, tidur tak nyenyak, apalagi kalau pas nggak punya duit, hemm...dunia seakan kiamat. Tapi perasaan-perasaan seperti itu biasanya tidak bertahan lama. Paling 2 sampai tiga minggu, rasa sakit dan kecewa itu akan mulai pudar dengan sendirinya. Apalagi kalau kita sebagai seorang laki-laki, nggak pantas banget ngegalau dan baper sampek berlarut-larut. Baca kisahku di Ketika Cinta Tak Direstui Orang Tua yang Masih Percaya Mitos Pernikahan Adat Jawa

Sampai saat ini, kisah percintaan yang aku jalani juga selalu kandas, padahal aku udah pengen serius, mengingat usiaku juga sudah 26 tahun. Selama ini, sudah berkali-kali aku merasakan sungguh tidak enaknya menelan pil pahit putus cinta. Mungkin yang terakhir inilah yang paling pahit, di mana aku menjadi korban kebijakan orang tuanya si dia yang melarang anaknya menikah sama anak pertama, lusan besan namanya. Si dia bilang kalau ndak bisa berbuat apa-apa lagi untuk merubah keotoriteran orang tua, terutama kakeknya sama dia. Sebab, ya mau gimana lagi, urusan kuliah, makan, dan segalanya dia masih bergantung sama orang tua dan kakak-kakaknya, sehingga dia takut untuk melawan kebijakannya, takut jadi anak durhaka, katanya.


Yang lebih membuatku nyesek lagi, keputusannya itu bertepatan dengan ayahku yang saat itu sedang sakit parah. Seolah hilanglah semua bentuk kenikmatan dunia ini. Hidup rasanya tiada berarti lagi. Tak terhitung berapa benyak kenangan manis, romantisme, impian, dan harapan yang tiba-tiba harus aku kubur begitu saja. Padahal aku sudah benar-benar ingin serius melangkah ke jenjang pernikahan. Bahkan aku rela menunda pengerjaan skripsiku demi bekerja untuk pondasi membangun hidup bahagia bersamanya. Dan kini, kata putus telah menghancurkan semuanya.

Mengapa aku menceritakan itu semua? Ya, karena aku ingin membagikan kisahku kepada kalian agar kalian belajar darinya. Ketahuilah sobat, bahwa putus cinta adalah sebuah kenyataan pahit yang setiap saat bisa datang menghampiri kalian kapan saja. Ketika saat ini kamu tengah menjalin hubungan pacaran dengan seseorang, selalu ingatlah bahwa Allah punya seribu satu cara untuk memisahkan hubungan kalian. Oleh karenanya, tetaplah waspada, jangan sekali-kali kamu lancang dengan berani memastikan bahwa pacar kamu adalah jodohmu. Skenario Allah tak pernah bisa kita duga dan terka.

Saat kamu mengalami sendiri putus cinta itu, saat itulah kamu akan benar-benar merasakan bahwa kamu tak berdaya untuk memutuskan dan mewujudkan semua keinginanmu. Kamu cuma manusia lemah, yang tak bisa berbuat apa-apa bila berhadapan dengen ketentuan-Nya. Dan jangan sekali-kali kamu berpikir bahwa Tuhan tidak adil dalam mengambil keputusan, sebab dia itu Maha Adil dan Maha Tau apa yang terbaik untuk setiap hambanya. Ketika kamu mengalami tragedi putus cinta, tugasmu adalah berusaha untuk sabar, ikhlas, lebih mendekat kepada-Nya, dan merenungkan hikmah apa yang terkandung di dalamnya.

Nggak ada salahnya juga sih kalau kamu tiba-tiba buka Google dan search tentang kata-kata motivasi putus cinta, patah hati, hikmah putus cinta, atau apalah yang berkaitan dengan putus cinta. Setidaknya itu bisa menghiburmu untuk beberapa saat. Kalau dengan membaca kata-kata yang berkaitan dengan putus cinta malah membuatmu terlalu mendramatisir keadaan, sebaiknya hindari saja. Akan lebih baik kalau kamu mencari kata-kata atau artikel yang menerangkan tentang hikmah-hikmah yang bisa didaptkan dari putus cinta.

Sadarilah bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, seperti kata Noah itu lo. Cintailah dirimu dan hatimu, karena kamu masih berhak untuk merasakan lagi kebahagiaan. Sakitnya itu Cuma pas awal-awalnya saja, ibarat shock terapy yang membuat jiwamu terguncang dengan hebatnya, sementara kamu tidak punya persiapan apa-apa untuk menghadapinya. Sebesar apa pun penyesalan, tak dapat mengembalikan keadaan. Walaupun kamu menangis 40 hari 40 malam sambil mengurung diri dalam kamar, yang ada belum sampek 40 hari kamu sudah mati duluan.

Mulai lebih berhati-hati saja, sebab sekarang ini, nggak pria nggak wanita, pandai melenakanmu dengan manisnya janji lewat kata-kata yang mesra. Sama sepertiku, kalau ingat kata-kata manis dan janji-janjinya dulu, menyesal sekali kenapa aku dulu menerimanya. Aku yang sudah belajar mencintainya, ketika sebelumnya aku nggak punya perasaan apa-apa sama dia, dan ketika aku telah mampu dengan tulus mencintai, malah kata putus yang aku terima. Namun aku belajar untuk tersadar bahwa sebesar apa pun penyesalanku, tak akan merubah perjalanan cintaku dengannya.

Mantabkan hati, kuatkan iman dalam diri, dan sadari bahwa putus cinta adalah hal yang biasa dalam sebuah hubungan, apalagi kalau masih pacaran. Jangankan yang masih pacaran, yang besok mau akad nikah ditinggal kabur pasangannya saja banyak. Pernah hal itu terjadi pada anak gadis tetanggaku yang rumahnya tepat depan rumahku. Pesta pernikahan sudah digelar, tamu sudah diundang, beraneka ragam jajan dan makanan sudah siap disediakan, eh ternyata si pengantin pria tidak datang dan malah kabur entah kemana. Gimana sakitnya coba? Akhirnya untuk menutupi kemaluan, eh rasa malu maksudnya, akhirnya ditunjukklah salah seorang saudaranya untuk menjadi pengantin pria abal-abal dan bersanding di kursi pernikahan sama si gadis itu tadi.

Dari semua yang tertulis di atas, sebagai penutup aku ingin menyimpulkan bahwa, putus cinta itu soal yang biasa. Jangan biarkan dirimu berada dalam kesedihan yang berlarut-larut lamanya. Bila masih memungkinkan, berusahalah untuk memperbaiki/atau menyambung kembali hubungan dengan dia. Bila sudah tidak memungkinkan, pasrahkan semuanya pada Tuhan Yang Maha ESA. Mungkin selama ini masih ada yang salah, mungkin prosesnya, atau memang belum waktunya. Putus cinta bisa jadi salah satu cara Allah untuk mengajari kita untuk belajar, sabar, ikhlas, dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Putus itu jalan terakhir yang diambil ketika semua jalan lain sudah tertutup. Sama seperti talak dalam pernikahan, yang menjadi solusi terakhir ketika problematika kehidupan rumah tangga tak menemukan jalan damai. Jodoh itu cuma satu, hanya saja untuk berjalan menemukan yang satu itu, Allah menyediakan cara yang berbeda-beda. Ada yang dibuat mudah, ada pula yang dijatuhbangunkan berkali-kali. Namun satu yang pasti, semua adalah rencana-Nya, yang meski sangat menyakitkan bagi kita, pasti tersimpan hikmah di dalamnya.

1 Response to Putus Cinta itu soal biasa...

  1. "jangan sekali-kali kamu lancang dengan berani memastikan bahwa pacar kamu adalah jodohmu"
    Asik bro.. semangat ! kunjungan balik ya :)

    BalasHapus

Ilmunikah.com - Maha Templates
Back To Top