Kamis, 15 September 2016

Nasehat Indah Habib Luthfi untuk Para Penyebar Ilmu

Banyak orang yang cerdas secara intelektual, berwawasan luas, dan memiliki banyak gelar, namun hatinya dipenuhi dengan rasa riya’, ujub, serta terlalu mencintai dunia, sehingga tidak jarang kepandaiannya disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah.

Dalam dunia pendidikan, banyak guru yang niat mengajarnya jauh dari nilai-nilai keikhlasan dan semata-mata karena mengharapkan ridho Allah melalui jalan perjuangan menyebarluaskan ilmu yang dititipkan Allah kepadanya.

Terkait hal ini, Habib Muhamad Luthfi bin Yahya pernah berpesan bahwa jangalah dalam menyebarkan ilmu itu kita memiliki tujuan agar manusia membenarkan dan menganggap baik diri kita. Akan tetapi, sebarkanlah ilmu itu dengan tujuan semata-mata agar Allah membenarkan kita.


Dari pesan beliau di atas kita dapat memahami bahwa prinsip utama dalam menyebarkan ilmu adalah dalam rangka mencari keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala. Kita harus berusaha memegang teguh prinsip tauhid dan melepaskan diri dari tujuan-tujuan yang bersifat duniawi seperti pengakuan, pujian, dan sanjungan dari sesama manusia.

Memang tidak mudah untuk mempraktekkannya, terlebih di zaman global seperti saat ini. Tanpa pertolongan Allah, sulit bagi kita untuk melepaskan diri dari rasa tamak kepada manusia, karena sejak dini kita sudah berhadapan dengan realitas yang nampak bahwa orang lainlah yang banyak membantu memenuhi kebutuhan kita, meskipun secara hakiki mereka digerakkan oleh Allah.

Salah satu faktor terbesar yang menghambat seorang penyebar ilmu untuk ikhlas adalah kesulitan dalam hal finansial. KH. Maimun Zubair pernah berpesan bahwa kalau kita ingin menjadi guru, maka kita juga harus kuat atau mapan secara finansial. Bisa dengan menjadi pengusaha atau yang lainnya, yang jelas kita tidak menggantungkan sepenuhnya finansial kita dari upah mendidik yang kita lakukan. Kondisi finansial masih amburadul, kita akan sulit untuk melepaskan diri dari rasa tamak, bahkan terkadang justru memanfaatkan status sebagai seorang penyebar ilmu untuk mencari keuntungan pribadi dengan jalan yang haram.

Bagaimana sebuah ilmu bisa bermanfaat dan membawa berkah jika yang menjadi perantaranya tidak bisa menjaga diri dari hal-hal yang subhat dan diharamkan? Semoga menjadi bahan renungan kita bersama. Baca juga Tuhan Selalu Mengganti yang Lebih Baik atas Setiap Kehilangan

0 Komentar Nasehat Indah Habib Luthfi untuk Para Penyebar Ilmu

Posting Komentar

Ilmunikah.com - Maha Templates
Back To Top