Sabtu, 29 Oktober 2016

Masih Adakah yang Bisa Terima Aku Apa Adanya?

Dengan penuh tanda tanya, terkadang aku berpikir, kalau memang aku cinta, apakah aku harus meluangkan waktuku tiap detik buat kamu, buat bales sms, whatsapp, dan yang lainnya? Apa aku harus jadi laki-laki yang super perhatian dengan menanyakan setiap aktifitasmu? Terus, kalau aku telat atau tidak membalas pesanmu berarti cintaku ndak serius? Apa itu bermakna aku ndak cinta lagi? Apa aku harus menanggalkan kebebasanku dan berubah menjadi orang lain seperti yang kamu mau? Kalau memang seperti itu, ah, menyebalkan sekali yang cinta itu.

Selama ini, rasanya belum ada wanita yang benar-benar tulus menerima kekurangan pribadiku. Atau memang tak ada di dunia ini wanita seperti it? Banyak yang katanya mencintaiku, tapi ternyata dibalik itu ada tuntutan-tuntutan yang harus kupenuhi untuknya. Harus begini dan harus begitu, banyak sekali. Mencintai macam apa itu?





Ada pula dari mereka yang tipe cintanya bernuansa curiga. Setiap hal yang aku lakukan dia teliti dan curigai. Jangan-jangan aku berbelok ke lain hati. Seakan-akan aku ini lelaki yang kesetiaannya setipis kertas bungkus nasi.


Tuhan, rasanya aku trauma tuk mencintai. Karena yang ku temukan hanyalah butir-butir kekecewaan akibat kenyataan yang bertolakbelakang dengan harapan. Sebenarnya, di mana letak kebahagiaan itu? Begitu sulitkah mencarinya hingga hanya kecewa demi kecewa yang aku rasa?

Sering ku lihat, sepasang pria wanita duduk berdua sambil bercanda di pinggir jalan raya, apakah itu yang namanya bahagia? Ataukah, bahagia itu milik mereka yang tertawa dengan sendirinya saat melihat layar ponselnya?

Tuhan, tunjukkan padaku di mana letak bahagia itu berada, agar aku tidak terus-menerus menderita disiksa oleh bahagia-bahagia semu yang nampak nyata. Apakah memang tak mungkin meraih bahagia yang sebenarnya dari sesama manusia?

0 Komentar Masih Adakah yang Bisa Terima Aku Apa Adanya?

Posting Komentar

Ilmunikah.com - Maha Templates
Back To Top