Sabtu, 29 Oktober 2016

Saat Ku Lihat Indah Senyummu

“When i see you smile”, ku baca lewat status whatsappmu pagi ini. Dalam benak ku bertanya, Smilenya siapa? Ada apa dengan smilenya? Adakah sesuatu yang begitu istimewa dengan smile itu? Mungkinkah itu smileku (kemungkinan 5%)? Atau malah ada smile orang lain yang telah sanggup membuat namaku sama sekali tak terlintas dalam benakmu? Andai saja aku bisa membaca pikiran dan isi hatimu; tentu aku tak akan “ngelu” dengan kata itu. Oh Tuhan...ada apa denganku? Mengapa aku bisa sampai segila ini hanya karena makhluk kecil ciptaanMu.

Sebelum dia nulis status itu siang tadi, kemarin malam dia hadir dalam mimpiku. Aku juga ndak tahu apa rahasia dibalik mimpi itu. Dalam mimpi itu kulihat, tiba-tiba dia datang ke rumahku, dengan manis senyumnya dan kesejukan tatapannya yang teduh, tak berbeda sama sekali dengan yang ada di alam nyata. Dia mengantarkan sesuatu milikku yang katanya tertinggal, tapi aku tidak ingat lagi benda apa itu. Aku dekati dia dan duduk di sampingnya. Untuk bebrapa saat kami bercanda bahagia, yang belum pernah terjadi di dunia nyata. Mungkinkah ini berarti bahwa dia mengantarkan cintanya untukku? Hemmb...semoga saja,hehee

Seperti orang yang baru diapelin sama kekasih tercintanya, aku pun bangun dengan wajah dan hati yang berbunga-bunga. Akan tetapi, ketika aku membaca “When i see you smile”nya, entah kenapa aku jadi hilang selera (bukan makan). Yaa...gimana enggak, orang statusku di hatinya aja belum jelas sebagai apa. Lain cerita kalau misalnya aku dan dia sudah terikat dalam sebuah komitmen yang sama sebagai ekspresi bahwa kami memang saling cinta. Kalau aku sih udah jelas, tapi kalau dia.... Setiap orang, tentu membutuhkan sebuah jawaban atas pertanyaan yang diajukannya. Tapi bisa dibilang aku ini memang bodoh. Aku ingin jawaban dari seseorang, tapi aku tidak pernah mengungkapkan pertanyaanku padanya.

Tapi di sisi lain, sebetulnya aku sudah cukup terang-terangan dalam menunjukkan perasaanku sama dia. Tidak hanya satu kali, dua kali, atu tiga kali, tapi berkali-kali. Dan berkali-kali pula tak ada respon yang memuaskan darinya. Mungkinkah baginya itu hanya gurauan belaka? Ataukah dia memang sama sekali tidak menyimpan rasa cinta? Rasanya sangat tidak logis kalau dia tidak memahaminya, atau memang ini bukan wilayah logika? Apa dia sama sekali tidak peka? Atau, mungkin saja dia telah memberikan seluruh hatinya untuk seseorang di luar sana? Jangan ya...aku ingin jadi satu-satunya di hatinya, ^_^

Sayang sekali ya, aku bukan orang yang pandai membaca tanda bahasa rahasia seorang wanita. Terkadang, “memendam rasa” adalah pusaka paling sakti untuk mengobrak-abrik hati dan pikiran para pria di tengah medan pertempuran antara ditolak atau diterima. Bagi pria yang cederung pecundang dan pemalu sepertiku, hal itu adalah momok menyeramkan yang selalu jadi kekhawatiran.

Memaksakan perasaan yang pada hakikatnya tidak dipaksakan sebenarnya merupakan tindak penganiayaan terhadap diri sendiri. Kalau orang yang selama ini kita puja-puja, kita manja-manja, kita kirimi SMS yang berisi puisi-puisi cinta, ternyata dia sama sekali nggak ada chemistry sama kita, bayangkan betapa banyak kerugian yang kita derita? Kalau tidak direspon kayak gitu, biasanya muncul buruk sangka, sampek nama hewan se-kebun binatang disebutin semua. Ya lucu juga, memang si dia tidak suka, mana bisa dipaksa suka, iya ta?

Andai saja ada cinta manusia kepada lawan jenisnya yang benar-benar tulus tanpa pengharapan balasan apa pun dari yang dicintainya, pasti tak kan ada yang namanya kecewa dan putus asa, bahkan putus cinta. Namun kenyataannya tidaklah demikian, karena ketika kita mencintai seseorang, barangkali kita tidak pernah sadar bahwa sebenarnya kita mengharapkan keuntungan atau imbal balik darinya untuk diri kita. Tapi...yaa sudahlah, cukup di sini saja. Udah cukup bahas “when i see you smile”nya.

Minggu, 31 Mei 2015

0 Komentar Saat Ku Lihat Indah Senyummu

Posting Komentar

Ilmunikah.com - Maha Templates
Back To Top