Kamis, 22 Juni 2017

Kau yang sejenak membuatku bahagia, namun menorehkan luka yang teramat lama

Bila saat bersamaku kau tak pernah merasakan bahagia, tapi kenapa disela waktu yang lain kau membisikkan kata cinta? Seharusnya kau mengerti, saat itu yang aku berikan padamu adalah sebuah hati, bukan sebuah janji yang tak pasti. Kasih. Andai kau benar-benar mengerti seberapa dalam rasa ingin ini?! Bertahanlah sedikit lagi, pasti kisah kita akan temu pada bahagia. Semoga. Doa yang lalu sering kau panjatkan dan sering kali pula aku semogakan.

Namun aku salah, kau tak pernah menampik dengan rayuan disana. Hanya sekedar sapa, kemudian saling mengenal, dan ke esokan harinya kau memutuskan untuk jalan bersamanya. Memang. Raga kita tak dapat saling tatap satu sama lain, namun perubahan sikapmu dapat membuatku semakin yakin, bahwa ada yang berubah dan itu membuatku luka.

Apakah kau tak merasakan lelah selalu mencari? Bukannya kau telah memiliki ikatan kasih yang seharusnya kau jaga sepenuh hati. Seperti halnya janji yang pernah kau ucapkan, bahwa kau tak akan meninggalkanku selagi kau diberi kesehatan. Tapi apa? Apakah kau lupa? Ataukah saat itu hanya rayuanmu saja?! Sejenak membuatku bahagia dan pada akhirnya membuatku luka teramat lama.

Dan sampai kini aku selalu mencoba, membunuh bayangmu yang selalu hidup dalam kenang, namun semakin keras aku mencoba semakin jelas bayangmu menjelma. Aku sempat mengucapkan sumpah serapah selepas kepergianmu, semoga kelak kau juga ikut merasakan apa yang tengah aku rasakan kini. Bukan denganku, tapi dengan orang yang begitu kau perjuangkan saat itu. Biar kita impas. Kau yang pernah membuatku luka dan kau akan terluka. Dan aku akan merasakan puas ketika saat itu tiba.


Tapi seiring berjalannya waktu aku menyadari, bahwa harapku itu bukanlah buah dari sebuah kebaikan. Hanya sebatas luapan emosi belaka. Namun, itu semua itu aku sadari diwaktu yang cukup lama. Bergelut dengan luka.

Penulis: Gerimis Senja

0 Komentar Kau yang sejenak membuatku bahagia, namun menorehkan luka yang teramat lama

Posting Komentar

Ilmunikah.com - Maha Templates
Back To Top