Rabu, 28 Juni 2017

Setiap Anak Punya Potensi yang Berbeda-beda

Kalo ada orang tua yang bilang ke anaknya. "Tuh contoh, anak yang masih kecil udah jadi hafidz quran" Kalo gue jadi anaknya, akan gue bilang. "Tuh contoh orangtuanya, berhasil mendidik anak" Yaa gitulah, terlepas dari propaganda siapa yang benar, seorang orangtua tidak boleh membandingkan anaknya dengan orang lain.

Keinginan menjadikan anak sebagai penghapal Al Qur'an bisa jadi adalah satu dari sekian cita-cita kebaikan orang tua terhadap anak. Ada motivasi yang besar dari Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam bahwa siapa yg dapat menjadikn anaknya sebagai penghapal Al Qur'an maka di hari hisab anak-anak tersebut akan memberikan mahkota kepada orang tua mereka di hadapan Allah. Jadi tentunya ini suatu kesuksesan yang tidak terukur dengan materi dan prestise.

potensi anak beda

Tapi tentunya setiap anak punya potensi yang berbeda-beda, tidak semua mampu menghapal atau menjadi penghapal Al qur'an sehingga jangan dipaksakan. Yang lebih penting adalah anak-anak kita menjadi orang-orang yang sholeh sebagaimana ibrahim alaihis salam sebagai ayah dan orang tua yang sholeh berdoa "rabbi habli minasshalihiin, yaa rabbi berikanlah kami anak-anak yang shaleh"

Setiap anak memiliki kelebihan di bidang yang lain, dan tak akan bisa dipaksakan ke hal yang lain pula. Seorang orangtua juga seharusnya memberi pengajaran yang baik. Apa pengajaran yang baik itu? Pengajaran yang bukan hanya mengajari, bukan hanya menggurui. Tapi mencontohkannya, agar si anak lebih bisa paham dari prakteknya langsung.

Setiap anak juga memiliki kemampuan otak yang berbeda, jadi jangan memaksakan anak itu langsung bisa. Yang paling di lupakan orangtua kebanyakan itu, masalah UANG. Anak itu gak melulu butuh uang, ada yang lebih penting, itu namanya kalo gak salah kasih sayang.

0 Komentar Setiap Anak Punya Potensi yang Berbeda-beda

Posting Komentar

Ilmunikah.com - Maha Templates
Back To Top