Selasa, 29 Agustus 2017

Hidup ini sangat melelahkan

HIDUP INI SANGAT MELELAHKAN

Setiap pagi harus ke timur menjemput matahari supaya terbit tepat waktu. Kalau terlambat kita bisa dimaki orang-orang, terutama mereka yang dituntut on time datang ke tempat kerja. Tak cukup menerbitkan, tangan harus sanggup menahan panas untuk mengangkat bola matahari sampai tengah hari dan kemudian setelah itu harus kita kerahkan lagi tenaga buat mendorongnya biar turun, biar hari menjadi sore kemudian masuk Maghrib.

Hidup ini sangat melelahkan.

Setelah matahari tenggelam, pekerjaan belum selesai. Harus kita tutupkan warna hitam supaya bumi mengalami malam dan orang-orang merasakan nyamannya istirahat. Bulan harus kita pasang di langit sambil menaburkan bintang-bintang, tak lupa memijit saklar masing-masing biar semuanya menyala, biar pemandangan menjadi indah dan orang bisa melakukan perhitungan bulan dan tahun.

Hidup ini sangat melelahkan.

Bibir mata harus kita buka setiap bangun tidur, dan itu sangat susah, seringkali macet dan harus menggunakan linggis buat mendongkelnya. Sepanjang hari harus melumurkan pelumas supaya tidak kekeringan, dan tenaga harus terus dikerahkan buat membuka dan mengatupkannya setiap kali kita mau berkedip.

Hidup ini sangat melelahkan

Bila kulit gatal, tangan tidak bergerak sendiri, tapi mulut harus cape menyuruh tangan buat menggaruk, dan tidak cukup sekali suruhan, harus berkali-kali sampai jenuh dan bosan.

Hidup ini sangat melelahkan.

Karena lubang hidung ini menghadap ke atas, setiap hijan-hujanan, atau saat cuci muka, atau saat mandi harus sangat hati-hati, tangan harus sigap menjaga lubangnya, sebab jika tidak, lubangnya akan kemasukan air dan kita menjadi tersedak.

Hidup ini sangat melelahkan.

Sebab ketika makan, mulut harus teriak menyuruh tangan supaya mencomot nasil, dan saat si tangan nurut, mau mencomot nasi dan hendak memasukkannya ke mulut, tangan kiri harus kerepotan membuka dulu bibir dan menahannya biar tetap terbuka, kemudian setelah makanan masuk dan mulai mengunyah, kita harus kerepotan mengatur pergerakan gigi dan lidah supaya tidak tergigit.

Hidup ini sangat melelahkan.

Setelah makan masuk tenggorokan, tangan harus mengurut leher biar makanan turun sampai ke lambung dan kita harus meremas-remas perut, biar makanan dalam lambung tergiling sampai halus.

Betapa melelahkannya hidup ini.

Karena setelah halus dalam lambung itu pun masih belum selesai, kita harus mengerahkan pikiran dan tenaga untuk mengerjakan pemisahan zat-zat makanan itu dengan sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh, dan kita harus menyuruh jasa pengiriman TIKI di dalam tubuh dan membayarnya supaya mengantarkan saripati makanan ke setiap anggota badan yang membutuhkan.

Betapa menyusahkannya hidup ini.

Sebab gravitasi bumi sangat tidak seimbang. Terkadang daya tariknya terlalu keras, hingga setiap kali melangkah, badan harus membungkuk dan kedua tangan harus mencopot kaki dari permukaan jalan. Setelah cape mencopot yang kanan, ganti harus kerja keras mencopot yang kiri, selesai kaki kiri, harus lelah mencopot kaki kanan, dan begitu seterusnya sampai tiba di tempat tujuan.

Betapa menyusahkannya hidup ini.

Sebab terkadang gravitasi itu terlalu lemah, sehingga saat pipis, air yang keluar bukannya jatuh ke bawah, malah melayang-layang ke atas, ke dekat kepala, sehingga kita harus kelelahan berkelit dan menghindarinya.

Hidup ini memang sangat melelahkan. Jadi mari kita buat wajah ini muram, lisan kita gunakan buat meluapkan kemarahan, keluhan, dan kekecewaan.

By: Dana Dana @KBM

0 Komentar Hidup ini sangat melelahkan

Posting Komentar

Ilmunikah.com - Maha Templates
Back To Top